Langsung ke konten utama

Kaki yang Terpanggil, Akal yang Mengikuti

Suatu malam saya berkesempatan mengikuti sebuah Keluarga ke salah satu pasar besar tempat jual-beli ikan. Ini bukan sesuatu yang saya rencanakan, tetapi jujur buat saya excited. Karena sudah lama saya tidak keluar rumah selain kekampus dan warung.

Ketika sampai, saya mendapati tempat tersebut sangat ramai (khas pasar), semua orang berlomba-lomba untuk menjajakan apa yang mereka punya. Tapi, yang menarik atensi saya sepenuhnya adalah wajah-wajah lesu dari Bapak ibu yang di jam sudah larut tersebut, mereka Masih duduk dengan setiap. Beberapa wanita yang sudah lanjut usia, bahkan renta, dengan tubuh kurus Dan letih, mereka Masih setia duduk sambil berteriak, "ikan, ikan! Mari beli! Murah, murah!". Padahal, seharusnya diusia begitu, mereka sudah beristirahat di rumah.

Saya sebagai orang yang hanya ikut menemani, hanya bisa berdiri di Belakang, mencoba untuk tidak menatap terlalu intens, tapi pikiran saya melambung terlalu tinggi.
"Di saat insan lain sudah tertidur nyenyak, mereka rela menahan kantuk demi mencari uang, yang sudah pasti dipakai untuk kebutuhan hidup mereka."

Saya tidak berhak kasihan, karena hidup saya pun patut dikasihani. Tapi, ini membuka mata saya. Segala sesuatu membutuhkan usaha. Apalagi untuk kita yang tidak punya banyak privilege saat ini. Berleha-leha hanya akan membawa kita pada kemalasan.

Semua orang pasti punya alasan memilih untuk tidak tidur malam ini. Mungkin dengan alasan mencari sesuap nasi, belajar, dan lain sebagainya. Tapi percayalah, semua pasti tidak akan sia-sia. Tidak tidurmu hari ini, adalah investasi untuk waktu tidurmu di hari depan. Jangan sampai nanti tua baru berusaha, sampai mengorbankan banyak hal, termasuk tubuh dan kesehatanmu.

Inti dari cerita saya ini, Saya perlu lebih bersyukur lagi. Bukan karena ada yang lebih susah, tapi karena saya Masih diberi kesempatan untuk belajar dan berusaha oleh Sang Khalik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANAK HARAM

Itu sebutan bagi mereka yang terlahir berbeda. Tidak Dari sebuah keluarga kecil harmonis yang sah di depan negara bahkan Tuhan. Disematkan bagi mereka yang lahir di luar pernikahan. Bentuk penghinaan paling pahit yang harus diterima bayi mungil yang bahkan belum tahu apa-apa. Itu diriku. Mungkin juga kalian. Kita tumbuh tanpa tahu bahwa ternyata kita menjadi aib. Aib yang bahkan tidak bisa lagi disembunyikan. Mirisnya, anak sekecil itu mengerti apa? Kita hanya tersenyum bahkan ketika sekeliling berbisik-bisik, bertanya tentang latar belakang rumit kita. Latar belakang yang ternyata bisa sesulit itu untuk dijelaskan saat dewasa. Itu diriku. Mungkin juga kalian. Ada karena dua insan yang seharusnya tidak pernah bersama --kata Agama dan negara-- karena perbedaan keyakinan. Dipisahkan oleh dualisme, ego, dan ketakutan. Janji bersama bahkan tidak dapat bertanggung jawab. Itu diriku. Mungkin juga kalian. Syukur karena berada di rahim seorang malaikat. Malaikat berwujud manusia. D...

LAUT BERCERITA DALAM SUDUT PANDANGKU

Sejak tahun 2023 saya mulai mengetahui satu buku dengan judul "Laut Bercerita" dari media sosial. Awalnya saya cukup skeptis untuk membacanya karena punya asumsi ini hanya sebuah buku fiksi sejarah membosankan yang tidak menarik. Namun, tahun 2024, genre bacaan saya mulai berubah, dari yang tadinya fokus pada buku-buku pengembangan diri menjadi novel-novel fiksi, salah satunya fiksi sejarah. Saya membaca beberapa buku karya Tere Liye dan mulai mendapat persepsi baru. Sampai akhirnya, saya berpapasan lagi dengan buku karya Leila S, Chudori yang direview di tiktok. Saya jadi penasaran. Mulai timbul pertanyaan, memangnya sebagus itu yah? Kok ada yang sampai menangis membaca buku ini? Akhirnya, tahun 2025, saya berkesempatan untuk membaca Laut Bercerita. Seorang Senior membantu saya untuk mewujudkan wishlist buku ini, dan yah beberapa hari lalu buku itu sudah di tangan saya, dan hari ini saya baru menyelesaikan halaman terakhir dari novel ini. Awal membaca, jujur saya terkejut ka...

11 Cara Belajar Efektif ala Maudy Ayunda saat Kuliah di Oxford University

1. Memahami konsep     Ingat belajar itu bukan menghafal  tetapi memahami konsep dari inti  materinya. 2.Fokus pada materi yang belum      dipahami agar tidak menghabiskan banyak waktu. 3.Menulis pelajaran dengan bahasa kita sendiri. 4.Baca kembali catatan yang telah dibuat untuk menguatkan ingatan di otak. 5.Membaca dengan metode skimming dan scanning.Scanning digunakan ketika ingin mencari tahu inti dari keseluruhan bacaan,  sedangkan untuk metode skimming bisa digunakan ketika kalian ingin mencari tahu sesuatu secara spesifik dari sebuah bacaan. 6.Ingat belajar bukan untuk ujian doang.  7.Coba koreksi ulangan atau ujian yang sudah dinilai.  8.Adaptif dan fleksibel sama lingkungan kalian 9.Sering-sering main ke perpustakaan.  10.Sering-sering ikut kuliah umum atau seminar.  11.Jangan lupa terapkan studi lifeless ambis dan fokus belajar,  boleh tapi jangan lupa luangkan waktu untuk bersenang-senang ya See you ...