Suatu malam saya berkesempatan mengikuti sebuah Keluarga ke salah satu pasar besar tempat jual-beli ikan. Ini bukan sesuatu yang saya rencanakan, tetapi jujur buat saya excited. Karena sudah lama saya tidak keluar rumah selain kekampus dan warung.
Ketika sampai, saya mendapati tempat tersebut sangat ramai (khas pasar), semua orang berlomba-lomba untuk menjajakan apa yang mereka punya. Tapi, yang menarik atensi saya sepenuhnya adalah wajah-wajah lesu dari Bapak ibu yang di jam sudah larut tersebut, mereka Masih duduk dengan setiap. Beberapa wanita yang sudah lanjut usia, bahkan renta, dengan tubuh kurus Dan letih, mereka Masih setia duduk sambil berteriak, "ikan, ikan! Mari beli! Murah, murah!". Padahal, seharusnya diusia begitu, mereka sudah beristirahat di rumah.
Saya sebagai orang yang hanya ikut menemani, hanya bisa berdiri di Belakang, mencoba untuk tidak menatap terlalu intens, tapi pikiran saya melambung terlalu tinggi.
"Di saat insan lain sudah tertidur nyenyak, mereka rela menahan kantuk demi mencari uang, yang sudah pasti dipakai untuk kebutuhan hidup mereka."
Saya tidak berhak kasihan, karena hidup saya pun patut dikasihani. Tapi, ini membuka mata saya. Segala sesuatu membutuhkan usaha. Apalagi untuk kita yang tidak punya banyak privilege saat ini. Berleha-leha hanya akan membawa kita pada kemalasan.
Semua orang pasti punya alasan memilih untuk tidak tidur malam ini. Mungkin dengan alasan mencari sesuap nasi, belajar, dan lain sebagainya. Tapi percayalah, semua pasti tidak akan sia-sia. Tidak tidurmu hari ini, adalah investasi untuk waktu tidurmu di hari depan. Jangan sampai nanti tua baru berusaha, sampai mengorbankan banyak hal, termasuk tubuh dan kesehatanmu.
Inti dari cerita saya ini, Saya perlu lebih bersyukur lagi. Bukan karena ada yang lebih susah, tapi karena saya Masih diberi kesempatan untuk belajar dan berusaha oleh Sang Khalik.
Komentar
Posting Komentar