Itu sebutan bagi mereka yang terlahir berbeda. Tidak Dari sebuah keluarga kecil harmonis yang sah di depan negara bahkan Tuhan. Disematkan bagi mereka yang lahir di luar pernikahan. Bentuk penghinaan paling pahit yang harus diterima bayi mungil yang bahkan belum tahu apa-apa.
Itu diriku.
Mungkin juga kalian.
Kita tumbuh tanpa tahu bahwa ternyata kita menjadi aib. Aib yang bahkan tidak bisa lagi disembunyikan. Mirisnya, anak sekecil itu mengerti apa? Kita hanya tersenyum bahkan ketika sekeliling berbisik-bisik, bertanya tentang latar belakang rumit kita. Latar belakang yang ternyata bisa sesulit itu untuk dijelaskan saat dewasa.
Itu diriku.
Mungkin juga kalian.
Ada karena dua insan yang seharusnya tidak pernah bersama --kata Agama dan negara-- karena perbedaan keyakinan. Dipisahkan oleh dualisme, ego, dan ketakutan. Janji bersama bahkan tidak dapat bertanggung jawab.
Itu diriku.
Mungkin juga kalian.
Syukur karena berada di rahim seorang malaikat. Malaikat berwujud manusia. Dipertahankan Dan dijaga 9 bulan lamanya, bahkan ketika kematian menunggu. Bahkan Ketika suara-suara sumbang tetangga terus berkumandang. Ketika lahir, diberi nama Paling indah Dan punya makna Paling dalam. Dirawat dengan penuh Cinta kasih, dibesarkan dengan doa Dan harapan.
Itu diriku.
Mungkin juga kalian.
Kalau Kau mau bertanya rumitnya hidup, tanyakan pada anak haram. Dia sudah mengecap kelamnya Dunia bahkan sejak dalam kandungan. Ejekkan, hinaan, itu sudah menjadi bumbu hidupnya sejak balita. "Lihat saja, besar nanti pasti seperti orangtuanya. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya." Tuduhan seperti itu terasa membosankan. Hidupnya begitu mudah dibaca oranglain yang bahkan belum bisa membaca hidupnya sendiri.
Itu diriku.
Mungkin juga kalian.
Dewasanya lebih rumit lagi. Sulit dijelaskan sekarang. Tapi lihat, dia bahkan mampu menuliskan ini tanpa menangis, tanpa keluhan. Dia memilih tidak bersuara lebih, dibanding mereka yang terlahir dari dua insan yang sah di mata negara Dan Tuhan. Dia sadar diri. Dia paham, kalau keluhan tidak akan mengubah masa lalunya. Satu yang dia pegang, "kalau kamu ada di Dunia, itu artinya Tuhan punya Maksud tersendiri menghadirkan kamu."
Itu diriku.
Mungkin juga kalian.
Komentar
Posting Komentar