Beberapa hari ini saya merasa terganggu oleh pikiran saya sendiri.
Hal ini berkaitan dengan rambut.
Yah, permasalahan dalam tubuh bagian luar saya.
Bagi saya rambut sangat penting dan punya peran penting bagi citra diri, apalagi perempuan. Akan tetapi, saya dikaruniai rambut yang bisa dibilang sangat susah untuk diatur. Karena itu saya lebih sering merasa insecure karena rambut saya sendiri.
Kemarin saya sempat berbincang dengan seorang teman dan kami membahas tentang rambut. Kami membahas tentang rambut yang sehat, dan dia memilih beberapa teman kamu yang memiliki rambut sehat.
Dan saya menemukan sebagian besar dari pilihannya adalah gadis-gadis berambut lurus, panjang dan indah.
Hal itu menimbulkan tanda tanya yang besar dalam diri saya, apakah rambut yang sehat adalah rambut yang lurus dan panjang?
Kalau pandangannya begitu, bagaimana dengan kami yang memiliki rambut ikal? Apakah tidak sehat?
Pandangan masyarakat yang menganggap rambut lurus sehat membuat banyak perempuan dengan rambut ikal dan keriting menjadi insecure, sehingga berpotensi merubah struktur rambut mereka. Karena mereka merasa tidak cantik ketika tidak memiliki rambut yang sesuai dengan ekspektasi orang lain.
Saya adalah salah satu dari sebagian besar perempuan yang insecure itu. Ketika kelas 2 SMA, saya memutuskan untuk meluruskan rambut saya. Awalnya terasa aneh dan beda, karena kita kehilangan apa yang sudah bersama-sama dengan kita sebelumnya. Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya saya mulai terbiasa.
Saya merasa menjadi cantik karena rambut lurus saya.
Saya mengira itu akan bertahan lama, namun tidak sampai setengah tahun, rambut saya mulai berubah kembali, bahkan ke bentuk yang lebih rusak lagi.
Tidak ada pilihan lain selain meluruskannya kembali. Saya harus rela membiarkan rambut saya yang berharga tersentuh oleh bahan kimia yang merusak struktur rambut saya.
Penyesalan kadang datang di akhir.
Saya kini telah menjadi seorang mahasiswa.
Saya pikir permasalahan rambut itu akan hilang.
Justru, di masa ini, saya lebih merasa insecure karena harus menemui lebih banyak orang yang punya rambut "sehat" bagi pandangan masyarakat.
Perlu kita ketahui bahwa rambut memang sangat penting. Orang akan lebih suka pada kita, jika kita memiliki penampilan yang sehat dan rapi. Namun, jangan karena kita ingin menyenangkan pandangan orang lain terhadap kita, itu malah membuat kita tersiksa.
Rambut sehat tidak dinilai dari seberapa lurusnya rambutmu. Rambut lurus pun banyak yang tidak terawat bahkan bisa dibilang tidak sehat dibandingkan dengan mereka yang berambut ikal. Hanya saja, sejak dulu, masyarakat sudah membangun stigma bahwa rambut luruslah yang pantas dikatakan cantik. Hal tersebut berakar dari masa penjajahan, dimana masyarakat kita terlalu dipengaruhi oleh standar cantik para penjajah yang memang masyarakatnya dominan dengan rambut lurus.
Apapun jenis rambut Kita, lurus ataupun ikal, semuanya bisa menyandang gelar sehat, asalkan kita tahu bagaimana cara merawatnya.
Komentar
Posting Komentar