Langsung ke konten utama

Perempuan dan Cinta Dalam Diam

Saya ingin memulai pembahasan hari ini dengan sebuah pertanyaan terlebih dahulu. Apakah kamu pernah menyukai seseorang dalam diam? Kamu bisa jawab di kolom komentar☺️
Menurut saya, menyukai seseorang adalah tindakan yang menyiksa sekaligus membahagiakan. Menyiksa karena membuat seseorang harus menahan rasa sukanya, dan membahagiakan karena bisa mencintai seseorang tanpa perlu ada kekangan apapun.

Saya akan menceritakan pengalaman salah satu teman perempuan yang menyukai seseorang. Sebut saja dia A. 
A menyukai seorang lelaki sejak tahun 2018, tepatnya ketika dia kelas 2 SMP. Yah masih sangat muda. Usia A dengan lelaki yang kita sebut B ini adalah lima tahun. 
Sampai hari ini, sampai detik ini, sudah hampir enam tahun berlalu, perasaan A pada B masih tetap sama. 

Beberapa waktu lalu, A bercerita, bahwa dia sudah mengakui perasaannya pada B. Luar biasa karena akhirnya dia mengakui perasaan yang telah dia pendam bertahun-tahun. Saya bertanya, apa balasan dari B?
Tidak ada. Yah, tidak ada. Apakah dia tak terima? Awalnya sedih, tapi A bisa menerima.

Ketika mendengar cerita dari A, saya mendapat sebuah pemahaman baru yang membuka mindset. 
Ternyata, menyukai seseorang bukan berarti harus bersama dengannya atau bahkan berpacaran dengan dia.
Hal yang paling menarik dari kisah A adalah dia berani mengakui rasa suka yang sudah menjadi cinta itu kepada B. 

Sebagai seorang perempuan, terlalu sulit untuk mengakui perasaan suka lebih dulu kepada yang disukai. Hal ini disebabkan karena adanya stigma buruk dari masyarakat yang menganggap hal itu tabu. Perempuan dituntut untuk menunggu pernyataan cinta dari lelaki, dan bersikap jual mahal. Hal ini tentu menyiksa. Perempuan dipaksa untuk menahan perasaan mereka, dibanding jujur. Padahal, yang seharusnya kesempatan untuk bisa menyampaikan isi hati pada seseorang adalah sama baik untuk laki-laki maupun perempuan.

Harusnya, sama seperti A, kita harus bisa mengejar kesetaraan itu. Dalam hal ini, menyukai seseorang dan mengatakannya, bukan berarti mengharapkan balasan dari orang yang disukai. Harusnya, ini adalah cara kita membahagiakan diri sendiri. Kita bangga karena dapat jujur, dan mengakui apa yang kita rasakan. Itu hal yang seharusnya. Balasan dari orang yang disukai hanyalah bonus. Proses penyampaian itulah yang menjadi poin utamanya. Kejujuran adalah intinya.

Untuk kamu, perempuan yang saat ini masih memendam rasa pada dia. Ayo ungkapkan. Bukan untuk mendapat balasan, tapi sebagai pembuktian bahwa kamu mampu menghadapi konsekuensi dari rasa cinta. Tidak apa-apa menyukai seseorang. Itu hal yang wajar dan pasti ada. Hal bodoh jika kamu memilih untuk terus memendam hingga akhir hayat.
Kamu terlalu berharga untuk menyiksa dirimu sendiri. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANAK HARAM

Itu sebutan bagi mereka yang terlahir berbeda. Tidak Dari sebuah keluarga kecil harmonis yang sah di depan negara bahkan Tuhan. Disematkan bagi mereka yang lahir di luar pernikahan. Bentuk penghinaan paling pahit yang harus diterima bayi mungil yang bahkan belum tahu apa-apa. Itu diriku. Mungkin juga kalian. Kita tumbuh tanpa tahu bahwa ternyata kita menjadi aib. Aib yang bahkan tidak bisa lagi disembunyikan. Mirisnya, anak sekecil itu mengerti apa? Kita hanya tersenyum bahkan ketika sekeliling berbisik-bisik, bertanya tentang latar belakang rumit kita. Latar belakang yang ternyata bisa sesulit itu untuk dijelaskan saat dewasa. Itu diriku. Mungkin juga kalian. Ada karena dua insan yang seharusnya tidak pernah bersama --kata Agama dan negara-- karena perbedaan keyakinan. Dipisahkan oleh dualisme, ego, dan ketakutan. Janji bersama bahkan tidak dapat bertanggung jawab. Itu diriku. Mungkin juga kalian. Syukur karena berada di rahim seorang malaikat. Malaikat berwujud manusia. D...

LAUT BERCERITA DALAM SUDUT PANDANGKU

Sejak tahun 2023 saya mulai mengetahui satu buku dengan judul "Laut Bercerita" dari media sosial. Awalnya saya cukup skeptis untuk membacanya karena punya asumsi ini hanya sebuah buku fiksi sejarah membosankan yang tidak menarik. Namun, tahun 2024, genre bacaan saya mulai berubah, dari yang tadinya fokus pada buku-buku pengembangan diri menjadi novel-novel fiksi, salah satunya fiksi sejarah. Saya membaca beberapa buku karya Tere Liye dan mulai mendapat persepsi baru. Sampai akhirnya, saya berpapasan lagi dengan buku karya Leila S, Chudori yang direview di tiktok. Saya jadi penasaran. Mulai timbul pertanyaan, memangnya sebagus itu yah? Kok ada yang sampai menangis membaca buku ini? Akhirnya, tahun 2025, saya berkesempatan untuk membaca Laut Bercerita. Seorang Senior membantu saya untuk mewujudkan wishlist buku ini, dan yah beberapa hari lalu buku itu sudah di tangan saya, dan hari ini saya baru menyelesaikan halaman terakhir dari novel ini. Awal membaca, jujur saya terkejut ka...

11 Cara Belajar Efektif ala Maudy Ayunda saat Kuliah di Oxford University

1. Memahami konsep     Ingat belajar itu bukan menghafal  tetapi memahami konsep dari inti  materinya. 2.Fokus pada materi yang belum      dipahami agar tidak menghabiskan banyak waktu. 3.Menulis pelajaran dengan bahasa kita sendiri. 4.Baca kembali catatan yang telah dibuat untuk menguatkan ingatan di otak. 5.Membaca dengan metode skimming dan scanning.Scanning digunakan ketika ingin mencari tahu inti dari keseluruhan bacaan,  sedangkan untuk metode skimming bisa digunakan ketika kalian ingin mencari tahu sesuatu secara spesifik dari sebuah bacaan. 6.Ingat belajar bukan untuk ujian doang.  7.Coba koreksi ulangan atau ujian yang sudah dinilai.  8.Adaptif dan fleksibel sama lingkungan kalian 9.Sering-sering main ke perpustakaan.  10.Sering-sering ikut kuliah umum atau seminar.  11.Jangan lupa terapkan studi lifeless ambis dan fokus belajar,  boleh tapi jangan lupa luangkan waktu untuk bersenang-senang ya See you ...