Langsung ke konten utama

MALU?

Malu.
Apakah kalian pernah merasakan hal tersebut?

Malu, bagiku adalah perasaan paling membebani dalam kehidupan.Keadaan itu membuat kita tak bisa secara normal menghadapi berbagai hal dalam kehidupan.
Malu membuat kita merasa takut bertemu dengan orang-orang yang mungkin menjadi sumber rasa malu kita.Bahkan, rasa malu bisa menghalangi kita untuk menjadi diri kita sendiri, dan malah memenuhi hidup kita dengan kebohongan.

Sebenarnya, rasa malu itu timbul karena apa?Apakah karena kita berbuat kesalahan?Atau apakah karena kita tidak bisa seperti apa yang menjadi ekspektasi orang lain?
Apakah rasa malu itu timbul dari diri sendiri saja, atau bisa jadi disebabkan oleh orang lain?

Hampir seminggu penuh aku dipenuhi oleh rasa malu.Sudah lebih mungkin.Setelah mungkin hampir dua minggu lamanya dengan perasaan itu, aku mulai menganalisis perasaan yang timbul tersebut.
Ternyata rasa malu-ku itu timbul karena perbuatanku sendiri.Aku sendiri yang menyebabkan hal tersebut.
Bisa aku simpulkan, bahwa terkadang rasa malu dalam diri kita disebabkan karena perbuatan pribadi.Biasanya itu adalah perbuatan yang akan kita sesali di akhir.Seperti memutuskan membeli barang branded padahal sebenarnya kita tak punya uang cukup untuk itu, dan malah berhutang.Pada akhirnya rasa malu mulai menyerang diri kita.

Lalu, bagaimana dengan rasa malu yang disebabkan karena orang dan faktor lain?
Kalau dari pandanganku secara pribadi, rasa malu yang disebabkan oleh orang lain, misalnya ketika kita baru saja mengganti gaya rambut yang lebih kita sukai.Ternyata, ada orang yang menganggap gaya rambut tersebut aneh dan tidak cocok untuk kita.Akan tetapi karena sudah terlanjur, kita tidak bisa mengembalikannya lagi.
Rupanya orang ini setiap hari malah terus-terusan membahas hal tersebut.Kita yang awalnya merasa biasa saja, perlahan-lahan mulai merasa malu dengan penampilan kita.Rasa percaya diri mulai memudar dari diri kita.

Tapi, sebenarnya rasa malu tidak selalu negatif.Kadang rasa malu itu membuat kita semakin berpikir kreatif dalam menghadapi tantangan dan juga masalah.
Ketika rasa malu menimbulkan rasa cemas, kita pasti akan berusaha mencari jalan cepat untuk bisa menyelesaikan masalah kita.Asalkan kita menyelesaikannya dengan cara positif, hal tersebut bisa dikatakan kita sudah memanfaatkan rasa malu kita dengan positif.

Kesimpulannya, rasa malu bisa saja negatif dan positif, tergantung bagaimana cara kita menyikapinya.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANAK HARAM

Itu sebutan bagi mereka yang terlahir berbeda. Tidak Dari sebuah keluarga kecil harmonis yang sah di depan negara bahkan Tuhan. Disematkan bagi mereka yang lahir di luar pernikahan. Bentuk penghinaan paling pahit yang harus diterima bayi mungil yang bahkan belum tahu apa-apa. Itu diriku. Mungkin juga kalian. Kita tumbuh tanpa tahu bahwa ternyata kita menjadi aib. Aib yang bahkan tidak bisa lagi disembunyikan. Mirisnya, anak sekecil itu mengerti apa? Kita hanya tersenyum bahkan ketika sekeliling berbisik-bisik, bertanya tentang latar belakang rumit kita. Latar belakang yang ternyata bisa sesulit itu untuk dijelaskan saat dewasa. Itu diriku. Mungkin juga kalian. Ada karena dua insan yang seharusnya tidak pernah bersama --kata Agama dan negara-- karena perbedaan keyakinan. Dipisahkan oleh dualisme, ego, dan ketakutan. Janji bersama bahkan tidak dapat bertanggung jawab. Itu diriku. Mungkin juga kalian. Syukur karena berada di rahim seorang malaikat. Malaikat berwujud manusia. D...

LAUT BERCERITA DALAM SUDUT PANDANGKU

Sejak tahun 2023 saya mulai mengetahui satu buku dengan judul "Laut Bercerita" dari media sosial. Awalnya saya cukup skeptis untuk membacanya karena punya asumsi ini hanya sebuah buku fiksi sejarah membosankan yang tidak menarik. Namun, tahun 2024, genre bacaan saya mulai berubah, dari yang tadinya fokus pada buku-buku pengembangan diri menjadi novel-novel fiksi, salah satunya fiksi sejarah. Saya membaca beberapa buku karya Tere Liye dan mulai mendapat persepsi baru. Sampai akhirnya, saya berpapasan lagi dengan buku karya Leila S, Chudori yang direview di tiktok. Saya jadi penasaran. Mulai timbul pertanyaan, memangnya sebagus itu yah? Kok ada yang sampai menangis membaca buku ini? Akhirnya, tahun 2025, saya berkesempatan untuk membaca Laut Bercerita. Seorang Senior membantu saya untuk mewujudkan wishlist buku ini, dan yah beberapa hari lalu buku itu sudah di tangan saya, dan hari ini saya baru menyelesaikan halaman terakhir dari novel ini. Awal membaca, jujur saya terkejut ka...

11 Cara Belajar Efektif ala Maudy Ayunda saat Kuliah di Oxford University

1. Memahami konsep     Ingat belajar itu bukan menghafal  tetapi memahami konsep dari inti  materinya. 2.Fokus pada materi yang belum      dipahami agar tidak menghabiskan banyak waktu. 3.Menulis pelajaran dengan bahasa kita sendiri. 4.Baca kembali catatan yang telah dibuat untuk menguatkan ingatan di otak. 5.Membaca dengan metode skimming dan scanning.Scanning digunakan ketika ingin mencari tahu inti dari keseluruhan bacaan,  sedangkan untuk metode skimming bisa digunakan ketika kalian ingin mencari tahu sesuatu secara spesifik dari sebuah bacaan. 6.Ingat belajar bukan untuk ujian doang.  7.Coba koreksi ulangan atau ujian yang sudah dinilai.  8.Adaptif dan fleksibel sama lingkungan kalian 9.Sering-sering main ke perpustakaan.  10.Sering-sering ikut kuliah umum atau seminar.  11.Jangan lupa terapkan studi lifeless ambis dan fokus belajar,  boleh tapi jangan lupa luangkan waktu untuk bersenang-senang ya See you ...