Langsung ke konten utama

Postingan

SANG KHALIK DAN SI FANA

Beberapa saat lalu saya baru saja menonton sebuah postingan di Instagram. Seorang penjual memukul seorang Ibu Tua karena mencuri dagangan (berdasarkan keterangan di video). Terlepas Dari kesalahan yang dibuat, memang tidak bisa dibenarkan jika membela si Ibu. Tetapi, sisi manusiaku menjerit meminta agar tindakan itu tidak dilakukan. Emosi negatif bisa membawa pada sebuah tindakan menyeramkan yang menyakitkan secara fisik maupun verbal.  Ini membawaku pada sebuah refleksi sederhana yang aneh. Bagaimana jika Sang Khalik berlaku sama seperti si pria? Insan berlaku cela, Dan langsung mendapatkan hukuman tanpa pembelaan apapun. Maka, semua manusia akan berakhir dalam penderitaan panjang Dan rasa malu. Tidak peduli tua atau muda. Tetapi Sang Khalik tidak seperti insan-insan fana. DIA penuh dengan apa yang kita sebut Kasih. Kasih itu melampaui semua kesalahan. Tidak menghakimi, tidak bertindak kasar, Dan selalu memaafkan.  Mungkinkah kami yang fana ini mampu melakukann...
Postingan terbaru

ANAK HARAM

Itu sebutan bagi mereka yang terlahir berbeda. Tidak Dari sebuah keluarga kecil harmonis yang sah di depan negara bahkan Tuhan. Disematkan bagi mereka yang lahir di luar pernikahan. Bentuk penghinaan paling pahit yang harus diterima bayi mungil yang bahkan belum tahu apa-apa. Itu diriku. Mungkin juga kalian. Kita tumbuh tanpa tahu bahwa ternyata kita menjadi aib. Aib yang bahkan tidak bisa lagi disembunyikan. Mirisnya, anak sekecil itu mengerti apa? Kita hanya tersenyum bahkan ketika sekeliling berbisik-bisik, bertanya tentang latar belakang rumit kita. Latar belakang yang ternyata bisa sesulit itu untuk dijelaskan saat dewasa. Itu diriku. Mungkin juga kalian. Ada karena dua insan yang seharusnya tidak pernah bersama --kata Agama dan negara-- karena perbedaan keyakinan. Dipisahkan oleh dualisme, ego, dan ketakutan. Janji bersama bahkan tidak dapat bertanggung jawab. Itu diriku. Mungkin juga kalian. Syukur karena berada di rahim seorang malaikat. Malaikat berwujud manusia. D...

Mereka Salah Paham? Biarkan!

Bergosip atau membicarakan orang lain ternyata sudah jadi kebiasaan masyarakat masa Kini. Dan yang namanya kebiasaan, bagi saya pribadi itu sangat sulit untuk dihilangkan. Mengapa saya tiba-tiba membahas tentang itu? Saya baru menyadari satu hal, betapa mudahnya menceritakan keburukan orang lain daripada kebaikannya. Ternyata, peribahasa, " Panas setahun dihapus hujan sehari .", itu benar adanya. Tidak terhitung berapa banyak kebaikan yang seorang lakukan, ketika dia berbuat salah, kesalahan itu langsung menutupi semua kebaikannya. Suatu hari, seorang teman mendapati secara terang-terangan dia dibicarakan oleh beberapa orang. Dia hanya bisa tertegun. Dia teringat banyak Hal yang sudah dia korbankan untuk orang-orang tersebut, tenaga, waktu, materi, dan lainnya. Tetapi rupanya, hanya karena tindakannya yang sebenarnya memiliki alasan, dia malah jadi bahan gosip dan cemooh. Ada perasaan tidak terima yang menyeruak dalam batinnya. Tetapi, mau bagaimana pun caranya di...

Kaki yang Terpanggil, Akal yang Mengikuti

Suatu malam saya berkesempatan mengikuti sebuah Keluarga ke salah satu pasar besar tempat jual-beli ikan. Ini bukan sesuatu yang saya rencanakan, tetapi jujur buat saya excited . Karena sudah lama saya tidak keluar rumah selain kekampus dan warung. Ketika sampai, saya mendapati tempat tersebut sangat ramai (khas pasar), semua orang berlomba-lomba untuk menjajakan apa yang mereka punya. Tapi, yang menarik atensi saya sepenuhnya adalah wajah-wajah lesu dari Bapak ibu yang di jam sudah larut tersebut, mereka Masih duduk dengan setiap. Beberapa wanita yang sudah lanjut usia, bahkan renta, dengan tubuh kurus Dan letih, mereka Masih setia duduk sambil berteriak, " ikan, ikan! Mari beli! Murah, murah! ". Padahal, seharusnya diusia begitu, mereka sudah beristirahat di rumah. Saya sebagai orang yang hanya ikut menemani, hanya bisa berdiri di Belakang, mencoba untuk tidak menatap terlalu intens, tapi pikiran saya melambung terlalu tinggi. " Di saat insan lain sudah ter...

AKU DAN DIAM~Sebuah Puisi Kalbu

  *** Aku suka diam Diam membuatku jadi diriku Diam adalah aku apa adanya Diam tak pernah memaksaku Diam memahami keinginanku Aku suka diam Ketika semua orang menghakimi Diam selalu maju paling depan Membentengiku di garda terdepan Menghalau api yang siap melahap Aku suka diam Dia menenangkan Dia juga menyenangkan  Dia akur dengan jiwaku Meskipun kadang tidak selalu Aku suka diam Aku benci situasi yang tidak memberiku diam Aku tidak suka diganggu dalam diam Karena aku sedang berdebat indah dalam diam Aku bersyukur ada diam Aku bisa terlepas dari kebisingan Hanya ada aku dan diam  Hanya kami, ditemani sang akal Berpadu indah dalam gelapnya angan Diam itu kadang neraka Tapi bagiku adalah surga Aku suka diam meskipun tak selalu suka diam Tapi diam akan selalu jadi waktu istimewaktu Hanya aku dan diam ***

LAUT BERCERITA DALAM SUDUT PANDANGKU

Sejak tahun 2023 saya mulai mengetahui satu buku dengan judul "Laut Bercerita" dari media sosial. Awalnya saya cukup skeptis untuk membacanya karena punya asumsi ini hanya sebuah buku fiksi sejarah membosankan yang tidak menarik. Namun, tahun 2024, genre bacaan saya mulai berubah, dari yang tadinya fokus pada buku-buku pengembangan diri menjadi novel-novel fiksi, salah satunya fiksi sejarah. Saya membaca beberapa buku karya Tere Liye dan mulai mendapat persepsi baru. Sampai akhirnya, saya berpapasan lagi dengan buku karya Leila S, Chudori yang direview di tiktok. Saya jadi penasaran. Mulai timbul pertanyaan, memangnya sebagus itu yah? Kok ada yang sampai menangis membaca buku ini? Akhirnya, tahun 2025, saya berkesempatan untuk membaca Laut Bercerita. Seorang Senior membantu saya untuk mewujudkan wishlist buku ini, dan yah beberapa hari lalu buku itu sudah di tangan saya, dan hari ini saya baru menyelesaikan halaman terakhir dari novel ini. Awal membaca, jujur saya terkejut ka...

KAMU SUKA BACA BUKU?

Sebelum mulai, aku mau bertanya, apakah kalian suka membaca buku? Kalau iya, buku apa saja yang kalian baca, atau buku apa saja yang jadi favorit kalian?Taruh di kolom komentar yahh.. Bagiku, membaca adalah hobi paling berharga yang aku punya. Sejak kecil aku tumbuh dengan berbagai buku bacaan. Dongeng, cerpen, novel, dan lain-lain. Rasanya tidak ada hal lain yang senikmat membaca buku. Bahkan ketika makan, aku sambil membaca buku. Seiring berjalannya waktu, aku semakin merasa terbuka pada hal berbau buku. Akan tetapi, minat itu semakin hari semakin timbul tenggelam. Coba kalian bayangkan, bertahun-tahun selalu berkutat pada hal yang sama, ditambah lagi semakin berganti tahun, gadget mulai menggantikan peran buku dengan hadirnya internet. Aku menyadari itu. Pasti kalian juga, yang mungkin punya hobi yang sama, menyadari hal tersebut. Sejak SMP kelas 9 sampai SMA kelas 2, aku sangat jarang membaca buku. Apalagi dengan hadirnya handphone dan laptop dihidupku. Kabar baiknya, d...